PERANAN PERPUSTAKAAN PADA PERADABAN ISLAM

Perpustakaan JIC / September 19, 2017

Perpustakaan pada awal kejayaan Islam menunjukkan perannya dalam menunjang pendidikan umat. Perpustakaan yang dikelola oleh orang-orang Islam tidak hanya memperhatikan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ilmu keagamaan , seperti masalah ibadah dan teologi , tapi juga mengelola berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang lain seperti kedokteran, sosial, politik, dan sebagaianya. Berbagai peran perpustakaan pada masa peradaban Islam yaitu :

1.Pusat Belajar ( Learning Center )

Setelah masa Khulafaur Rsyidin , peradaban Islam berkembang dengan pesat. Perkembangan itu antara lain adalah proses pendidikan terutama pada masa Umayyah dan Abbasiyah. Pada masa ini apresiasi umat pada perpustakaan sangat tinggi.  Mereka membangun perpustakaan, baik umum, khusus maupun perpustakaan pribadi.  Sehingga tidak heran banyak masjid dan sekolah memiliki perpustakaan. Mereka menganggap bahwa perpustakaan sama pentingnya dalam membnagun ilmu pengetahuan. Bahkan fungsi perpustakaan kadang-kadang tidak dapat dibedakan  dengan fungsi lembaga pendidikan karena sama-sama memberikan sumbangan dalam pengajaran kepada umat.

2.Pusat Penelitian

Sesungguhnya peran penelitian yang dilakukan oleh perpustakan pada masa awal Islam sangat signifikan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai peristiwa , misalnya utusan khalifah-khalifah atau raja-raja untuk membahas suatu bidang ilmu tertentu di perpustakaan-perpustakaan yang terkenal memiliki koleksi cukup besar dan lengkap seperti Baitul Hikmah dan Darul Hikmah. Di samping itu, para peneliti dan cendikiawan yang mencoba mengembangkan suatu ilmu yang berkaitan dengan keahliannya.  Banyak diantara mereka mereka yang melakukan perjalanan dari suatu perpustakaan ke perpustakaan lain untuk merumuskan dan melakukan penemuan- penemuan baru. Tentu saja aktifitas semacam ini tidak pernah terhenti samapai sekarang dan begitu pula di masa datang selama perpustakaan menjalankan fungsinya sebagai sumber informasi.

3.Pusat Penerjemahan

Suatu hal yang amat menarik adalah di mana perpustakaan pada masa itu menjadi jembatan dari kebudayaan.Misalnya, kebudayaan dari ilmu pengetahuan Yunani Kuno diterjemahkan ke dalam bahasa Arab untuk dipelajari oleh masyarakat.  Dalam konteks ini perpustakaan menjadi sponsor atas semua kegiatan tersebut. Aktifitas semacam ini gtelah mendapatkan respon positif sehingga para penerjemah memperoleh status yang baik dalam masyarakat. Situasi ini mulai pada saat didirikannya perpustakaan yang pertama dalam dunia Islam.  Menurut Kurdi Ali, orang yang pertama kali menekuni bidang ini adalah Chalid Ibnu Jazid ( meninggal tahun 656 M ). Di lain sumber dikatakan bahwa Ibnu Jazid telah mencurahkan perhatianya terhadap buku lama, terutama dalam ilmu kimia, kedokteran dan ilmu bintang.

4.Pusat Penyalinan

Salah satu hal yang dapat dibanggakan oleh kaum Muslimin yaitu sejak dari abad pertengahan telah dirasakan pentingnya bagian percetakan dan penerbitan dalam suatu perpustakaan. Oleh karena itu alat-alat percetakan sebagaimana yang kita lihat di abad modern ini belum ada di masa itu, maka untuk mengatasi hal ini mereka adakan seleksi penyalinan pada tiap-tiap perpustakaan.  Penyalinan buku itu diselenggarakan oleh penyalin-penyalin yang terkenal kerapihan kerja dan tulisannya.

Related Post



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *